Jumat, 22 Oktober 2010

Manusia dan Tuhan

" tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali hanya untuk beribadah".
sebagai muslim tentunya telah dan sering mendengar bunyi ayat yang artinya seperti itu.

Khutbah jum'at hari ini mengingatkan kita tentang tugas pokok manusia tsb.Tugas pokok yang dulu ditawarkan Alloh kepada bumi dan langit namun mereka tidak sanggup memikulnya karena begitu beratnya, namun tatkala tugas itu disampaikan kepada Nabi Adam (manusia) ternyata diterima.

Tugas yang tak lain dan tak bukan yaitu mengenalkan kepada manusia, hewan, bumi langit dan seluruh isinya bahwa hanya Alloh sajalah yang harus disembah, dipatuhi hukum-hukumnya, dijalankan seluruh perintahnya dan tinggalkan semua larangannya.Sungguh tugas yang maha berat.

Kemudian Alloh memerintahkan kepada para malaikat dan jin untuk tunduk hormat kepada Nabi Adam namun ada sebagian jin (iblis)yang keberatan karena merasa lebih tinggi derajatnya karena diciptakan dari api.sekali ini iblis membangkang perintah Alloh maka Alloh murka, dikutuk iblis menjadi laknatulloh yang dijanjikan masuk ke dalam neraka, abadi, selamanya.satu kali saja iblis membantah perintah Alloh maka Alloh melaknatnya.Bagaimana dengan kita (manusia)..?

Dalam satu riwayat disebutkan bahwa Nabi Sulaiman pernah diberi hadiah 20 ekor kuda yang bisa terbang, hari itu Nabi Sulaiman asyik mencoba kuda-kuda tsb satu demi satu sehingga waktu magrib tiba.Beliau lupa kalau belum sholat.Sewaktu ingat hal itu beliau sangat sedih takut dan khawatir akan murka Alloh.Belia teringat akan tugas utama manusia sebagai makhluk terhadap Alloh sebagai kholiq yaitu beribadah.Beliau merasa telah melalaikan tugas karena terlena oleh hadiah yang diberikan,sepanjang malam beliau bersujud dan memohon ampun sampai-sampai janggutnya basah oleh air matanya. Kemudian beliau mendapat ilham kalau yang melenakan beliau dari ibadah adalah kuda hadiah tsb.Selanjutnya beliau memotong seluruh kuda itu dan membagikan dagingnya kepada Fakir miskin dengan harapan diampuni segala kekhilafannya.

Di jaman akhir ini banyak sekali orang-orang yang lupa akan tugas pokoknya sebagai makhluk.Mereka terlena oleh gemerlapnya dunia dan lupa kalau hidup di dunia ini hanya sesaat.Mereka lupa bahwa masih ada kehidupan akhirat yang kekal.Sebagaimana perjalanan di dunia, kehidupan akhirat pun membutuhkan bekal yang sering bahkan selalu luput dari perhatian kita.

Mari kita ingat kembali tugas pokok kita sebagai manusia, mari kita kaji dan laksanakan rukun iman, rukun islam, mari kita buka kembali Al Quran, kita pelajari dan amalkan maknanya dan menjadikannya sebagai hukum dalam segala aspek kehidupan kita.

Terlebih lagi kami mengajak semua muslimin, mari kita tegakkan sholat karena sholat adalah kunci diterima atau tidaknya seluruh amal kita.Dalam syarat sholat terkandung hal yang terkait seluruh aspek kehidupan kita, misalnya suci badan dan pakaian dari najis, maka apa yang kita makan harus halal dan suci dari najis. Halal dari mendapatkannya dan halal juga kondisinnya. dst..
Maka tak salah kalau disebutkan bila diterima sholatnya maka diterima seluruh amalnya, agar diterima sholat kita maka kita harus belajar seluruh aspek yang berhubungan dengan sholat itu sendiri.

Mari kita renungkan kembali bahwasanya orang yang mulia menurut Alloh adalah orang yang taqwa, bukan orang yang kaya, bukan pula orang yang miskin, bukan pula pejabat dan penguasa tetapi hanya orang yang taqwa saja.